Mustahil Hanyalah Sebuah Cara Pandang

Impossible is just attitude, not fact on the ground! ~ Mahfuzh tnt
[tweet this!]
Kau Bahkan Bisa Melukis Berkanvas Langit

Mustahil

Sekitar tiga minggu yang lalu kuliah terakhir untuk mata kuliah Statistical Mechanics selesai, dan tugas akhir yang harus kami kumpulkan ialah membuat grafik hubungan antara ekses potensial kimia dengan perubahan jarak antara atom. Ini adalah materi kuliah terakhir kami, dimana harus menghitung ekses potensial kimia yang diperoleh ketika suatu pelarut ditambahin zat terlarut.

Baiklah, ini sangat kimia, dan sangat teoritis. Kita tidak akan panjang lebar membahasnya. Tetapi point pentingnya ialah aku harus membuat program simulasi molekular menggunakan metode monte carlo untuk mendapatkan sebuah grafik.

Dari awal tugas ini diberikan, bisa dikatakan 90% aku nggak paham bagaimana cara melakukannya. Tetapi bagian dimana harus menggunakan metode simulasi monte carlo itu pernah aku lakukan. Jadi aku cukup familiar dengan bentuk programmingnya, itu adalah 10% yang aku ngerti.

Setelah seminggu, aku tidak bisa mengerjakan tugas itu, bahkan aku tidak mencobanya karena gambaran besar tentang program ini tidak kuketahui sama sekali, ini project yang mustahil. Akhirnya aku mengajak temanku yang sama-sama mendapat tugas untuk bertanya ke Professor tentang tugasnya. Setelah menghadap ke Professor, bukannya paham, aku semakin merasa kalau 10% yang aku tahu itu hilang begitu saja. Aku nggak paham sama sekali tentang materi ini! Ini nggak mungkin kuselesaikan. Tetapi saat itu, temanku bilang "Santai Huda-san (Aku), program yang saya buat sudah sesuai dengan yang diinginkan professor, kamu nanti bisa pakai program saya saja". Alhasil,  aku nyontek dehh.

Setelah deadline tiba, akhirnya aku menggunakan program temanku itu. Tapi sebenarnya secara garis besar aku hanyalah mencontek. Aku sendiri nggak ngerti bagaimana cara programnya bekerja. Setelah melihat hasilnya, kurasa masih ada beberapa yang kurang pas.

Completely Wrong!

Karena deadline, akhirnya aku kumpulkan, dan ternyata benar yang aku khawatirkan. Programnya salah total (Professor bilang "Completely Wrong!"). Sebenarnya aku sudah mengira akan seperti ini ketika melihat grafik yang dihasilkan sangat aneh. Tapi kupikir, ahh yudahlah... yang penting selesai, lagian dari beberapa tugas, salah satu kan nggak terlalu masalah. Ternyata salah satu ini masalah besar!

Professor mengembalikan tugasku, dan mengatakan "Akan saya berikan tambahan waktu, kamu bisa mengumpulkan ke saya hari Senin (4 hari lagi). Apa yang tidak kamu mengerti dari tugas ini?" mendengar pertanyaan professor, aku langsung diam. Mampuss dehh.... Gua nggak begitu ngerti nih program ngapain aja. Ini sih bukannya memperbaiki, bisa-bisa aku buat program baru. Tapi aku coba berfikir keras ke dasar teori yang aku ngertiin dan mulai bertanya. Professor dengan tidak sabar terpaksa harus menjelaskan ulang semuanya.

It's All Make a Sense Now!

Setelah mendapatkan kesempatan lagi untuk "memperbaiki programku", sengaja kutulis dalam tanda kutip karena memperbaiki program itu jelas tidak mungkin karena itu program orang lain yang sama sekali tidak kupahami. Kembali ke ruangan kerja, aku ambil kapur dan mulai mencoret-coret skema kerja program yang dibutuhkan. Hasilnya, gambaran besar bagaimana program bekerja sudah ada dikepalaku. Oh my... It's all make a sense now!

Mulailah aku mengetik programnya (coding) kemudian membagi beberapa langkah dan menyelesaikan tiap langkah yang diperlukan satu persatu. Aku memulainya dari yang paling bisa aku lakukan, yaitu logika program Monte Carlo kemudian diikuti dengan langkah-langkah lainnya.

Alhasil akhirnya aku menyelesaikan programnya dalam 3 hari, walaupun dengan lembur dan pulang jam 3 berturut-turut. Program yang aku buat bekerja dengan sangat cepat, aku sebelumnya sudah tanya ke teman-teman yang lain yang menyelesaikan program dengan benar. Program yang mereka buat memerlukan waktu 4 jam untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh programku dalam 15 menit. Artinya programku berjalan dengan baik dan lebih efektif.

Sekarang Semuanya Mungkin!

So.. Sebenarnya dalam banyak kesempatan, seringkali kita  berfikir "Mustahil kalau aku bisa mengerjakannya.. Aku nggak ngerti sama sekali bagaimana memulainya" padahal justeru saat itu kita harus berfikir "Sepertinya ini mungkin kulakukan, aku kan pernah bisa membuat ini, itu, blah..blah..blah.."

Ketika program berhasil kuselesaikan, dan kukumpulkan tugas ke Professor, dia bertanya "Apakah kamu belajar sesuatu dari tugas ini?" Aku jawab "A lot (banyak)". Banyak sekali pelajaran berharga dari tugas ini, tentu saja Professor mengira kalau kata "banyak" itu mengenai ilmu kimia teoritis yang aku dapatkan, tetapi sebenarnya lebih dari itu, aku belajar tentang kehidupan.

Bahwasannya ketika kita mendapatkan tugas apapun, yang perlu kita ketahui bukanlah apa kita bisa melakukannya atau tidak bisa, tetapi kapan tugas itu harus diselesaikan dan bagaimana caranya? Dengan dua pertanyaan itu kita bisa melakukan apapun.

Comments

Popular posts from this blog

Hal Sederhana Bisa Menjadi Sangat Luar Biasa - Cerita Dari Aljabar

Orang Berpendidikan Akan selalu Kalah Dalam Berdebat

Melakukan Kesalahan Adalah Kemajuan Penting Dalam Belajar