Ide Pagi

Hidup yang Tidak Dipertaruhkan Tak Kan Pernah Dimenangkan

Pelajaran dari Burung Cuckoo : Tidak Perlu Sempurna

Satu-satunya cara untuk tidak pernah melakukan kesalahan ialah dengan tidak mencoba sama sekali ~ Mahfuzh tnt
[tweet this!]
kisah burung cuckoo

Beberapa hari yang lalu aku mendengarkan sebuah video talk show sains. Salah satu pembicara yang muncul ialah Richard Dawkins, seorang ahli biologi yang telah menulis beberapa buku ilmiah, dan ilmiah populer.

Kisah Burung Cuckoo

Dalam show ini Richard Dawkins menceritakan  tentang bagaimana uniknya salah satu fenomena alam dalam dunia biologi, yaitu mengenai burung Cuckoo. Burung Cuckoo merupakan burung yang sangat unik, karena burung ini tidak pernah memiliki sarang sejak ia dilahirkan, atau dalam istilah ini brood parasite.

Karena tidak memiliki sarang maka burung Cuckoo menitipkan telurnya pada sarang burung lain. 90% telur-telur Cuckoo dititipkan di sarang burung Reed weebler dan Meadow pipit. Karena menitipkan telurnya pada sarang burung lain, burung Cuckoo memproduksi telur-telurnya sehingga menyerupai telur burung lain (dalam hal ini mirip Reed weebler dan Meadow pipit).

Imitasi telur yang dilakukan oleh Cuckoo ini tidaklah sempurna, sehingga 20% dari telur-telur ini ketahuan oleh pemilik sarang dan dibuang. Kemudian Cuckoo akan meningkatkan kualitas imitasinya, sehingga akan lebih mirip dengan telur inangnya, dan yang menarik ialah burung Meadow pipit dan Reed webler juga meningkatkan kemampuannya mengenali telur imitasi tersebut dari generasi ke generasi.

Peristiwa peningkatan kualitas imitasi telur oleh Cuckoo dan pengenalan telur imitasi oleh meadow pipit dan red webler ini merupakan proses yang berkelanjutan hingga sekarang. Karena skill keduanya meningkat secara bersamaan maka jumlah telur yang dikenali oleh pemilik sarang dan dibuang bertahan pada angka 20%.

Tidak Perlu Menunggu Sempurna

Kalian pasti sudah bisa membayangkan kalau burung Cuckoo harus menunggu bisa membuat telur imitasi yang sempurna dulu baru kemudian bertelur dan menitipkan pada inangnya. Pastilah sekarang ini kita tidak akan pernah mengenal burung Cuckoo.

Seringkali dalam hidup ini, kita punya sebuah keinginan ataupun impian, tetapi kita tidak berani memulai langkah pertama karena takut salah. Ekspektasi kita ialah ketika kita melakukan sesuatu maka itu harus jadi sempurna, bagus, tanpa cacat. Kenyataanya hal ini tidak akan terjadi begitu saja.

Kita harus mengalami gagal, seperti burung Cuckoo yang selalu gagal 20%. Dengan kegagalan itu kita akan belajar lagi dan lagi untuk bisa lebih baik. Sama seperti kisah burung cuckoo, gagal 20% tetapi sukses 80%, masih efektif bukan? Jangan lupa untuk terus meningkatkan kualitasnya!

Aku masih ingat ketika aku belajar berenang dulu. Ya, berenang. Aku belajar berenang di empang pesantren. Empang itu semacam danau yang terletak di pesantren dekat rumahku di Berau. Empang ini Cukup dalam, jadi kalian tahu kan kalau gagal berenang maka aku akan seperti 20% telur burung Cuckoo.

Tapi aku mulai berenang dengan jarak 0.5 meter kemudian 1 meter, dan pada hari ke lima aku sudah bisa melompat ke danau sejauh 3 meter. Mungkin awalnya aku ditertawakan, diolok oleh teman karena berenang 3 meter saja sudah panik, ketakutan, terkadang terminum air danau karena tidak kuat, tapi begitulah hidup, tidak ada yang memulai dengan sempurna.

Pun sama hal-nya dengan menulis. Awal pertama-tama aku belajar menulis, aku bahkan nggak ngerti tanda baca yang benar. Alih-alih menulis dengan bagus dan mengalir, aku menulis dengan sangat berantakan. Beberapa orang bahkan berkomentar negatif terhadap tulisanku. Dan memang kalau membaca tulisan-tulisan lamaku, aku selalu ingin tertawa, dan selalu merasa bodoh.

Tapi aku ingin bersyukur pada semua tulisan bodoh yang pernah aku tuliskan, setidaknya mereka adalah titik dimana aku memulai. Dulu aku perlu waktu 6-7 jam untuk menuliskan satu tulisan, tetapi sekarang hanya dengan 30 menit aku bisa menuliskan sebuah tulisan utuh yang lebih enak dibaca.  Ya, hidup ini adalah tentang proses belajar.  Sekarang setidaknya sudah ada 500 judul tulisan di dunia maya yang sudah aku tuliskan. Begitulah, tidak ada yang mustahil.

Melangkahlah Sekarang Juga

Jika kalian menginginkan sesuatu, ingin melakukan sesuatu, ingin belajar hal baru, maka mulailah sekarang juga. Saat ini, aku ingin bisa berbahasa inggris dengan lancar, sopan dan benar. Aku ingin suatu saat bisa menjadi public speaker bahasa inggris.

Oleh karena itu, aku mulai berlatih, berlatih sepuluh menit berbicara bahasa inggris di depan kamera. Video latihanku ini, sangat kacau, salah disana-sini dan nggak jelas arahnya. Tapi aku tahu bahwa satu-satunya cara agar tidak pernah salah ialah dengan tidak mencoba sama sekali.

Aku yakin, sepuluh menit video yang saat ini banyak sekali kesalahan grammar, vocab, dan pronounciation itu akan aku syukuri di kemudian hari. Suatu hari nanti aku ingin tertawa, menertawakan video-video amatir ini dan kemudian mensyukurinya, bahwasannya aku sudah memulainya dengan banyak kesalahan.

Jika kalian ingin melihat bagaimana latihanku Berbahasa Inggris di depan kamera, silahkan lihat di link ini:  Start Speaking English. Bisa sebagai bahan tertawaan kalau kalian sedang bosan.

Yap.. Semoga hari kalian menyenangkan.. Thanks.

4 comments

Betuulll,, terus berlatih itu kunci utamanya, waktu awal2 ngeblog tulisan saya juga amburadul, kalo dibaca lagi bikin malu, sedikit demi sedikit insyaallah semakin baik.. semoga bisa jadi english speaker yang handal :)

Iya Mbak.. Semua harus berproses dari awal.. Tidak ada yang langsung sempurna.. :D
Terimakasih dukungannya.. :)

Saya juga sedang belajar mendalami bahasa inggris gan, lumayan susah, tapi untuk mendekati kesempurnaan dibutuhkan proses yg tidak mudah pula.

Keren kak. Harus gagal dulu buat tau nikmatnnya sujses

Back To Top