Posts

Showing posts from March, 2016

Bagaimana Memulai Percakapan yang Saling Membangun

Image
Having an intention to learn from everyone is a great blessing~ Mahfuzh tnt [tweet this!]
Beberapa hari ini aku banyak berhubungan dengan orang-orang Jepang secara langsung. Secara langsung dalam artian ialah menggunakan bahasa Jepang. Ini bukan berarti aku sudah bisa berbahasa Jepang dengan baik, tentu saja belum. Sama sekali belum. Tetapi ketika bertemu dengan orang-orang yang tidak bisa Berbahasa Inggris, maka pilihannya hanyalah membangun percakapan dengan beberapa patah kalimat Bahasa Jepang yang aku tahu. Ini tentu saja akan sangat jauh dari istilah komunikasi yang efektif. Tetapi merujuk kata-kata Nelson Mandela:
If you talk to man in language that he understand, that goes to his head. If you talk to him in his own language, that goes to his heart ~ Nelson Mandela Jadi dalam konteks itu, aku sedang melakukan percakapan yang membangun keakraban lebih dalam daripada sekedar bertukar informasi.

Orang jepang terkenal punya sikap yang pemalu dan pendiam, kombinasi terburuk untuk me…

Nobel Laureate Madam Curie - Menang Dari Keadaan Terburuk

Image
Stop stunned to the bad luck, start creating a new opportunity ~Mahfuzh tnt 
[tweet this!]

Bagaimana warna langitmu hari ini? Apa Kamu melihat langit sangat gelap? Bergemuruh? Seolah-olah akan runtuh? Baiklah..... Mungkin kamu perlu membaca kisah Marie Curie, seorang fisikawan dan kimiawan wanita pertama di dunia, sekaligus saintis pertama yang memperoleh dua Nobel Prize. Kalian tahu kan kalau Einstein yang super jenius itu pun cuma punya satu Nobel Prize, tapi Madam Curie ini mendapatkan dua Nobel Prize.

Kisah Hidup Marie Curie Marie Curie lahir di Polandia pada 1867. Ini merupakan masa-masa terburuk untuk dilahirkan di Polandia, karena negara itu sedang dijajah oleh Rusia. Ketika Ia berusia 11 tahun, Ibunya meninggal dunia, sehingga kemudian dia hanya diasuh oleh seorang ayah.

Setelah menyelesaikan SMA-nya Marie ingin melanjutkan untuk kuliah, tetapi saat itu Universitas di Polandia tidak ada yang mau menerima wanita, karena keadaan ini, Ia akhirnya pergi ke Paris untuk melanjutkan …