Merayakan Setiap Keberhasilan Kecil

Merayakan setiap keberhasilan kecil memberikan kita ruang untuk evaluasi dan mencapai hal yang lebih besar. Mahfuzh tnt

Sekitar tahun 2013 aku pernah meminta nasihat dari Pak Nur Muhammadian, seorang mentor di FLP Malang. 

Saya kenal beliau ini ketika awal masuk di FLP Malang, dimana beliau merupakan dewan penasihatnya. Beliau memberikan saya satu nasihat yaitu:

“Mas Mahfuzh, jangan lupa rayakan setiap keberhasilan kecil. Perayaan ini yang sifatnya personal, tidak kemudian berpesta dan mengundang orang. Cukup berikan hadiah pada diri sendiri, seperti makan enak ataupun membeli barang yang diinginkan”

Pesan ini sangat membekas di ingatan saya. Entah apakah ada alasan khusus buat beliau untuk mengatakan itu.

Tetapi setelah dipikir-pikir, saat itu saya memang terlalu cuek pada hal-hal yang sifatnya emosional, seperti menyenangkan diri sendiri ataupun menghargai usaha sendiri. 

Sejak kecil sebenarnya orang tua saya memberikan perhatian yang cukup serius pada pencapaian-pencapaian akademik anak-anaknya. Tetapi ini memang hanya berlaku untuk prestasi yang di puncak, seperti peringkat pertama kelas, juara satu lomba matematika, dan sejenisnya.

Maka peringkat kedua dan ketiga tidak begitu spesial di keluarga kami. Hanya yang dipuncak yang akan mendapatkan hadiah. Dan saya sempat berkali-kali mencapai puncak tersebut. 

Oleh karena itu mungkin saya menjadi seseorang yang bahkan tak sadar akan pencapaian yang telah saya raih dalam hidup. Ini berlalu hingga SMA, bahkan kuliah. 

Juara 2 Tenis Meja ketika SMP, masuk ke SMA favorit, masuk ke tim Olimpiade sains, masuk ke Universitas ternama di Malang dan berbagai pengalaman lainnya, adalah hal yang normal-normal saja bagi saya. Menjadi tidak spesial karena kesemuanya bukanlah puncak. 

Apa yang salah dari pola pikir tersebut?

Ini membuat lupa akan usaha, kerja keras dan rintangan yang telah saya lalui.  

Menjadi Juara 2 Tenis Meja mungkin membutuhkan usaha yang sama kerasnya dengan juara 1 di kelas. Menjadi juara 2 di kelas membutuhkan usaha yang tak mudah. Dan masuk ke perguruan tinggi negeri favorit pastinya menghadapi berbagai rintangan yang tak kalah sulitnya dengan menjadi juara satu lomba matematika.

Ketika kita tidak merayakan sebuah moment pencapaian prestasi-prestasi kecil tersebut, maka ia berlalu begitu saja,  tanpa adanya evaluasi. Tidak ada usaha yang perlu dihargai, karena hasilnya dianggap nol. 

Setelah mendengar nasihat dari Pak Nur Muhammadian, saya putuskan untuk melakukannya. Sejak saat itu saya beberapa kali keluar, makan di tempat yang agak mahal dan merayakan pencapaian baru saya. 

Bisa menyelesaikan S1 Kimia, bisa berbicara Bahasa Inggris, mendapat proyek menulis online, berhasil menjual web, dan ketika diberikan kesempatan kuliah di Jepang, semua saya rayakan secara personal. 

Tidak perlu mahal-mahal untuk merayakannya, tetapi pastikan rasanya spesial. Seperti misalnya mengunjungi sebuah Cafe yang belum pernah kita kunjungi, kemudian memesan kopi dan roti. 

Perayaan dengan cara yang personal ini ternyata lebih nyaman bagi saya. Karena momen ini kita bisa mereview kembali yang telah kita lalui, mengevaluasi yang telah kita lakukan, dan memberikan gambaran apa yang mungkin kita lakukan ke depannya. 

Perayaan ini sampai sekarang saya lakukan dengan berbagai cara, dari membeli makanan enak, mengunjungi tempat spesial, hingga yang terakhir ialah membeli buku ketika menerima gaji pertama dari Google Adsense. 

Jadi, mulai sekarang, selamat merayakan keberhasilan-keberhasilan kecilmu. 

Comments

Popular posts from this blog

Hal Sederhana Bisa Menjadi Sangat Luar Biasa - Cerita Dari Aljabar

Melakukan Kesalahan Adalah Kemajuan Penting Dalam Belajar

Pelajaran dari Burung Cuckoo : Tidak Perlu Sempurna